26 C
Manokwari
Rabu, Maret 25, 2026
26 C
Manokwari
More

    Bahasa Papua Terancam Globalisasi, Prof Hugo Warami Dorong Linguistik Mitigasi Sosial

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Prof Hugo Warani yang dikukuhkan jadi guru besar menyoroti ancaman globalisasi terhadap eksistensi bahasa daerah di tanah Papua yang kini mulai meredup. Dia mendorong penggunaan linguistik antropologi dan forensik sebagai instrumen mitigasi sosial untuk mencegah konflik serta menjaga harmoni di tengah masyarakat multietnik.

    “Generasi muda memang harus akrab dengan dunia global, tetapi ketika keakraban intraetnik melemah, bahasa dan budaya lokal perlahan meredup,” kata Prof Hugo dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar di Aula Utama UNIPA, Manokwari, Rabu (14/9/2026).

    Baca juga:  Bekali Siswa dan Guru, SMP Yapis Manokwari Gelar Bimtek Jurnalistik dan Pengelolaan Podcast

    Menurutnya, arus informasi global melalui media elektronik telah memicu pergeseran nilai dan cara hidup masyarakat lokal. Kondisi ini dikhawatirkan menggerogoti ruang mental kelokalan yang membuat warga tercerabut dari akar budayanya sendiri.

    “Bahasa adalah rumah identitas. Ketika bahasa melemah, identitas pun perlahan terkikis,” tegasnya.

    Prof Hugo menyebut bahasa memiliki peran sentral sebagai pilar pemersatu sekaligus cermin jati diri yang tidak boleh diabaikan. Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan besar yang menyimpan sejarah serta pengetahuan lintas generasi.

    Baca juga:  Keseimbangan Pendidikan Formal dan Informal Membentuk Generasi Muda Papua yang Berilmu serta Berbudaya 

    “Ilmu pengetahuan harus bermakna bagi kehidupan sosial. Linguistik tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal, tetapi harus hadir menjawab persoalan masyarakat multietnik,” ujarnya.

    Dia menilai ilmu linguistik harus bertransformasi menjadi solusi praktis untuk menjembatani perbedaan di tengah masyarakat. Hal ini diperlukan agar keberagaman bahasa di Indonesia tetap menjadi fondasi nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Linguistik bukan sekadar ilmu bahasa, tetapi alat mitigasi sosial untuk merawat harmoni dan menghindari sisi kelam keberagaman,” ucapnya.

    Baca juga:  7 Orang Meninggal di Bencana Banjir dan Longsor di Papua

    Eksplorasi terhadap keberagaman budaya saat ini membutuhkan ranah keilmuan yang mampu membangun ruang saling memahami. Pendekatan linguistik strategis menjadi keniscayaan untuk meredam potensi ketegangan sosial di wilayah Papua.

    Kekayaan 720 bahasa daerah di Indonesia kini sedang menghadapi tekanan serius dari arus penyeragaman cara hidup global. Prof Hugo menegaskan mitigasi melalui jalur keilmuan bahasa adalah pilihan mutlak demi masa depan Papua. (LP14/red)

    Latest articles

    Persipegaf Launching Jersey Baru, Siap Arungi Liga 4

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba S.Pd.K., M.Si bersama Sekretaris Daerah, Ever Dowansiba S.IP, M.Si resmi melauncing jersey baru tim kebanggaan masyarakat Pegunungan...

    More like this

    Anggota KKB Penyerang Polisi di Paniai Tewas Ditembak Aparat Gabungan di Nabire

    NABIRE, LinkPapua.id - Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati Hurbianus Mirip, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata...

    Yudisium Perdana FEB UNCRI Manokwari, 111 Mahasiswa Sandang Gelar Sarjana

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mengukuhkan 111 lulusan baru dalam yudisium perdana...

    Pemda Teluk Bintuni Dianugerahi Penghargaan atas Keberhasilan Pengelolaan Dapodik

    TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Satu tahun perjalanan pemerintahan Yohanis Manibuy – Joko Lingara, pengakuan dan apresiasi...