24.9 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
24.9 C
Manokwari
More

    Bupati Mansel dan Forkopimda Turun ke Sawah Panen Padi Gogo Perdana di Kampung Hamawi

    Published on

    MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke sawah mengikuti panen perdana padi gogo di Kampung Hamawi, Distrik Ransiki, Senin (13/10/2025). Bernard mengapresiasi terobosan kepala kampung yang berhasil menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif.

    “Terima sudah berusaha untuk memulai dan menjadi contoh bagi semua kepala kampung di Manokwari Selatan terutama masyarakat Arfak,” kata Bernard.

    Bernard mengajak masyarakat Arfak yang memiliki tanah kosong agar segera memanfaatkannya. Ia menilai lahan yang dulunya tak berfungsi kini mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi warga.

    “Dengan itu, saya mengajak masyarakat khususnya Arfak punya tanah kosong tidak difungsikan mari bangkitkan dan manfaatkan. Mari kita lihat lahan ini, dulunya tidak berfungsi tapi sudah menghasilkan sesuatu bermanfaat dan bernilai,” ujarnya.

    Bernard meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) berkolaborasi mendukung program ketahanan pangan. Ia menegaskan agar setiap dinas terkait ikut mendukung pelaksanaan program pertanian di tingkat kampung.

    “Dengan keterbatasan anggaran karena efisien, seluruh pimpinan OPD diharapkan untuk berkolaborasi. Kalau Dinas Pertanian laksanakan program ketahanan pangan di sini, dinas terkait harus mendukung seperti disampaikan kepala kampung,” ucapnya.

    Baca juga:  Bupati Markus Waran Harap Tak Ada Pemungutan Suara Ulang di Mansel

    Bernard juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut hasil panen padi bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat bagi warga yang serius menggarap lahannya.

    “Jangan hanya mengejar PNS, tetapi mari kita melihat dalam waktu tiga bulan hasil panen padi di sini ketika dikalkulasi dalam bentuk rupiah tidak main-main hasilnya,” tuturnya.

    Ia berharap setelah panen, lahan dapat segera ditanami kembali dan diperluas agar hasil pertanian terus meningkat. Bernard menilai pertanian menjadi solusi ekonomi warga di tengah keterbatasan anggaran daerah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Mansel Adiri J Mandowen mengatakan panen perdana ini bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menyebut program dilakukan dengan peningkatan produktivitas padi reguler dan padi lahan kering yang digarap kelompok tani lokal.

    “Luas lahan kering di panen hari ini seluas 10 hektare di mana tersebar untuk empat kelompok tani di Kampung Hamawi, Distrik Ransiki,” ungkapnya.

    Baca juga:  Mansel Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Potensi Gempa Bumi dan Tsunami

    Ia menjelaskan pembiayaan program bersumber dari Kementerian Pertanian RI tahun 2025 melalui BRMP Papua Barat. Bantuan yang diterima berupa benih padi lahan kering 300 kilogram dan herbisida 20 liter untuk mendukung petani.

    Pemkab Mansel juga membuka lahan seluas 6 hektare untuk mendukung target total 10 hektare padi lahan kering. Selain itu, pemerintah daerah memberikan bantuan insektisida dan pendampingan dari staf teknis pertanian untuk memastikan keberhasilan panen.

    Mandowen menambahkan, pemerintah kampung turut berkontribusi melalui dana desa untuk pembelian pupuk NPK sebanyak 1 ton dan penggilingan padi. Ia menilai keberhasilan panen tak lepas dari kerja sama lintas pihak dan semangat gotong royong warga.

    “Sinergitas pemerintah pusat, daerah, dan kampung melalui dana kampung menjadi kunci keberhasilan program ini. Ini juga tidak terlepas dari salah satu anggota kelompok tani sudah berpengalaman. Selain itu, pendamping staf teknis dinas pertanian serta tidak kalah penting adalah semangat gotong royong dari seluruh anggota kelompok tani,” bebernya.

    Baca juga:  Advokat Kecam Mutasi Aiptu Rudi Pandjaitan ke Polda Papua Barat: Mendiskreditkan Papua

    Ia menyebut hasil panen rata-rata mencapai 3,9 ton gabah kering per hektare atau setara 2 ton beras. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan potensi besar jika lahan pertanian terus diperluas dan dikelola berkelanjutan.

    Kepala Kampung Hamawi Yahya Aiba mengatakan dirinya bersama kelompok tani berinisiatif menanam padi ladang agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat lokal. Ia mengaku menggandeng petani berpengalaman sebagai pendamping untuk mengoptimalkan hasil.

    Yahya berharap pemerintah memperhatikan infrastruktur jalan menuju kebun warga. Ia menilai jalan yang layak akan memudahkan petani membawa hasil panen tanpa harus memikulnya ke luar kampung.

    “Saya selaku kepala kampung rindu untuk masyarakat saya bisa berkembang, kita sudah membuktikan dengan dana pangan sehingga kita berharap pemerintah dapat memperhatikan kami masyarakat di kampung,” tutupnya.

    Panen perdana ini turut dihadiri Kapolda Papua Barat yang diwakili Karo SDM Kombespol Cevi Noval. Selain itu hadir pula Danrindam Kasuari, Kapolres Mansel AKBP Marzel Doni, serta Dandim Mansel Letkol Inf Irwansyah. (*/red)

    Latest articles

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi ketat perencanaan APBD 2026 demi menjaga uang rakyat....

    More like this

    Polda Papua Barat Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat melaksanakan Operasi Keselamatan di jalan Yos sudarso. Manokwari sebagai upaya...

    Aktif di Bidang Olahraga, Bupati Tanah Laut Sabet Anugerah SIWO Award

    SERANG, Linkpapua.id - Bupati Tanah Laut, H Rahmat Trianto, menerima penghargaan SIWO Award dalam...

    Proyek Makan Minum SMA Taruna Rp11 Miliar di Manokwari Diduga Tanpa Lelang

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggaran makan minum SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi sorotan...