26.5 C
Manokwari
Rabu, Maret 25, 2026
26.5 C
Manokwari
More

    Kapal Indi Nurmatalia Karam Berhari-Hari, Kawal : Ini Kejahatan Lingkungan

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapal Indinurmatalia pengangkut semen yang karam sejak 7 Agustus 2021 lalu di Teluk Doreri, Manokwari Papua Barat hingga kini belum juga dievakuasi.

    Kapal tujuan pelabuhan Mimika Papua yang memuat 220 Ton semen itu bahkan menjadi pemandangan tersendiri di laut dan dapat merusak ekosistem terumbu karang.

    Peristiwa karamnya kapal yang diduga salah jalur itu membuat pecinta laut dari Komunitas Anak Wondama Abdi Lingkungan (Kawal) Papua Barat angkat bicara.

    Baca juga:  Kecewa Pembagian Paket Proyek 2021, Pengusaha Asli Papua Palang 7 Kantor Pemkab Wondama

    Ketua Komunitas Kawal, Yan Anthon Yoteni bahkan menyoroti kapala karam itu, Pasalnya dapat merusak ekosistem setempat terutama terumbu karang.

    “Kawal Papua Barat pada 4 Juni 2018 sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat adat Doreri untuk melindungi, menjaga dan memberdayakan wilayah mulai dari pulau Lemon, Imoni 1 dan 2 di Selatan Pulau Lemon. Sehingga dengan kejadian karamnya kapal pengangkut semen, komunitas yang selama ini konsen terhadap persoalan lingkungan menyesalkan kejadian tersebut karena jalur yang dilewati tidak seharusnya dilalui sehingga itu murni merupakan human error,”ungkap dia Rabu (11/8/2021).

    Baca juga:  Hari Malaria Sedunia Tingkat Nasional, Papua Barat Mendapatkan Dua Penghargaan

    Kelalaian yang dilakukan oleh awak kapal itu menurut Yoteni tidak seharusnya terjadi, terlebih kapal tersebut sudah pasti dilengkapi oleh navigasi yang baik.

    “Apa yang terjadi ini merupakan kejahatan terhadap lingkungan. Untuk itu ini kita bawa ke jalur hukum bahkan Kawal sudah menyiapkan pengacara. Harus ada tindakan terhadap apa yang dilakukan itu. Selama ini komunitas pecinta alam menjaga terumbu karang secara sukarela karena merupakan panggilan hati,”tambah Yoteni.

    Baca juga:  Golkar Teluk Wondama Penuhi Target Penjaringan Bacaleg

    Sejumlah komunitas pecinta alam berupaya menjaga kelestarian perairan di sekitar Teluk Doreri terutama keberlangsungan terumbu karang maupun ancaman sampah plastik. Kapal tersebut karam sejak 7 Agustus yang lalu.(LP3/Red)

    Latest articles

    Menkeu Purbaya Usul Efisiensi Makan Bergizi Gratis, Hemat Rp40 Triliun

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan adanya potensi efisiensi besar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa menghemat anggaran...

    More like this

    Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum...

    Mugiyono Ajak Warga Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan dan Kesederhanaan

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak...

    Wagub Lakotani dan Sekda Ali Baham Salat Idulfitri Bersama Ribuan Jemaah di Borarsi

    MANOKWARI, Linkpapua.id – Ribuan umat Muslim memadati Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, untuk...