26.5 C
Manokwari
Rabu, Maret 25, 2026
26.5 C
Manokwari
More

    Ketua DPRK-Bupati Teluk Wondama Ajak Warga Sukseskan 1 Abad Peradaban Orang Papua

    Published on

    TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Ketua DPRK Teluk Wondama, Aplena Dimara, mengajak seluruh masyarakat turut menyukseskan Perayaan Satu Abad Peradaban Orang Papua yang akan digelar pada 25 Oktober 2025 di Teluk Wondama. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam menyambut momentum bersejarah itu.

    “Ini adalah perayaan kita bersama. Karena itu marilah kita menyambut agenda besar itu dengan penuh suka cita dan kebahagiaan dilandasi semangat kebersamaan dan persaudaraan,” kata Aplena saat menutup rapat paripurna DPRK Teluk Wondama tentang RPJMD di Gedung DPRK Teluk Wondama, baru-baru ini.

    Baca juga:  Presiden Jokowi Minta Pers di Garda Terdepan Melawan Hoaks

    Aplena mengimbau masyarakat menjadikan momen satu abad peradaban sebagai ajang menunjukkan citra positif Teluk Wondama. Ia berharap warga siap menjadi tuan rumah yang ramah bagi para tamu dari seluruh Tanah Papua dan luar daerah.

    “Kita harus tunjukkan bahwa Wondama sungguh-sungguh menjadi rumah peradaban yang aman, nyaman dan damai bagi siapa saja yang datang ke tempat ini,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

    Baca juga:  Pemkab Wondama Hadirkan 3 Kapal Baru, Siap Layani Rute Antar Distrik

    Perayaan digelar untuk mengenang 100 tahun Nubuatan Pendeta Izaak Samuel Kijne bagi tanah Papua. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Papua dan luar Papua.

    Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, juga menyerukan hal senada agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan perayaan tersebut. Menurutnya, setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi kelancaran acara bersejarah itu.

    Baca juga:  Serapan APBD Wondama 2023 Sentuh 90%, ini Sederet Koreksi DPRK

    “Apa pun yang Anda berikan, walaupun itu kecil, Tuhan akan mencatatnya,” ucapnya.

    Perayaan Satu Abad Peradaban Orang Papua menjadi momen refleksi atas lahirnya pendidikan formal bagi orang asli Papua. Peristiwa ini bermula pada 25 Oktober 1925 di Bukit Aitumeiri, Miei, Wasior, Teluk Wondama, saat Pendeta Izaak Samuel Kijne membuka sekolah pertama bagi masyarakat Papua. (rex/red)

    Latest articles

    Menkeu Purbaya Usul Efisiensi Makan Bergizi Gratis, Hemat Rp40 Triliun

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan adanya potensi efisiensi besar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa menghemat anggaran...

    More like this

    Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum...

    Mugiyono Ajak Warga Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan dan Kesederhanaan

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak...

    Wabup Teluk Bintuni Salat Id di Tomu, Open House Bareng Warga

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara merayakan Lebaran Idulfitri...