25.3 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
25.3 C
Manokwari
More

    OJK Ungkap Kalangan Profesional-Akademisi di Papua Barat Jadi Korban Investasi Bodong

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kalangan profesional hingga akademisi di Papua Barat turut menjadi korban investasi bodong. Temuan ini mencuat seiring maraknya kejahatan keuangan digital yang menyasar semua lapisan masyarakat.

    Hal itu terungkap dalam edukasi keuangan bagi civitas academica Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (UNIPA), Manokwari, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital.

    “Berdasarkan pengaduan yang masuk, kalangan profesional dan akademisi pun banyak yang menjadi korban. Ini menegaskan bahwa literasi keuangan sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Papua Barat, Ferdian Ario.

    Baca juga:  Jelang Nataru, BI Papua Barat Upayakan Pengendalian Inflasi

    Dia menjelaskan perkembangan teknologi digital tak hanya memberi kemudahan, tetapi juga memunculkan beragam modus penipuan baru. Modus tersebut kini semakin kompleks dan kerap menjerat korban yang berpendidikan.

    Ferdian membeberkan sejumlah modus yang marak terjadi, mulai dari impersonation atau pencatutan identitas lembaga resmi. Modus lain meliputi investasi berkedok tugas tertentu, penipuan aset kripto, robot trading, hingga pemalsuan bukti transfer berbasis kecerdasan buatan dan SMS masking.

    Baca juga:  Unipa Berikan Bantuan Transportasi untuk Mahasiswa PKL

    Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNIPA, Ruddy Moturbongs, mengapresiasi langkah jemput bola OJK ke lingkungan kampus. Dia menilai edukasi tersebut sangat krusial, terutama menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

    “Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan pegawai kami sebagai langkah preventif agar tidak tergiur tawaran instan yang merugikan di tengah meningkatnya kebutuhan akhir tahun,” kata Ruddy.

    Baca juga:  SID Naik 23,56%, OJK Ungkap Pasar Modal Papua Barat Kian Bergairah

    OJK mengimbau masyarakat untuk selalu bersikap kritis terhadap setiap penawaran keuangan yang diterima. Masyarakat diminta memastikan legalitas lembaga sebelum melakukan transaksi apa pun.

    Sebagai sarana pengaduan dan pengecekan legalitas, masyarakat dapat menghubungi layanan resmi OJK. Kanal tersebut meliputi Kontak OJK 157, WhatsApp 081-157-157-157, email konsumen@ojk.go.id, serta Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen.

    Masyarakat juga disarankan mengikuti akun media sosial resmi OJK untuk memperoleh informasi yang terverifikasi. Akun tersebut antara lain Instagram @ojkindonesia dan @ojk_pabarpabarda. (LP14/red)

    Latest articles

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    0
    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Maybrat untuk beralih ke lembaga keuangan...

    More like this

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong...

    OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar dan UMKM di Mansel-Teluk Bintuni

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PB-PBD)...

    Ekonomi Papua Barat 2025 Tumbuh 6,46%, Melambat dari 2024

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat sepanjang tahun...