28.9 C
Manokwari
Senin, Februari 9, 2026
28.9 C
Manokwari
More

    Papua Barat Deflasi, Papua Barat Daya Inflasi di Agustus 2025

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua mencatat kondisi berlawanan pada Agustus 2025. Papua Barat mengalami deflasi, sedangkam Papua Barat Daya justru mencatat inflasi.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Papua Barat mengalami deflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,47. Penurunan harga terjadi di empat kelompok pengeluaran utama.

    “Deflasi y-on-y terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkPapua.id, Rabu (3/9/2025).

    Baca juga:  SP2020 Lanjutan Papua Barat, Nataniel: Data Akurat Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

    Kelompok yang mengalami penurunan harga adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,39 persen. Kemudian pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, perlengkapan rumah tangga 1,13 persen, dan transportasi 4,58 persen.

    Sementara itu, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,29 persen. Disusul kelompok restoran 3,80 persen, rekreasi 2,50 persen, serta pendidikan 1,64 persen.

    BPS juga mencatat deflasi month to month (m-to-m) Papua Barat sebesar 0,99 persen. Sedangkan deflasi year to date (y-to-d) tercatat 0,44 persen.

    Baca juga:  Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Inflasi di September, Ini Rinciannya

    Berbeda dengan Papua Barat, Papua Barat Daya justru mengalami inflasi. Inflasi y-on-y provinsi termuda ini tercatat sebesar 1,88 persen dengan IHK 107,16.

    “Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,29 persen dengan IHK sebesar 111,16 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 1,74 persen dengan IHK sebesar 107,02,” tulis BPS.

    Kenaikan harga di Papua Barat Daya dipicu oleh beberapa kelompok pengeluaran. Tertinggi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,66 persen serta transportasi 3,13 persen.

    Baca juga:  Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya di Juli 2025, Ini Rinciannya!

    Sektor lain yang mengalami kenaikan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,74 persen. Disusul restoran 2,62 persen, kesehatan 1,56 persen, pendidikan 1,22 persen, serta rekreasi 1,04 persen.

    Adapun kelompok yang justru mengalami penurunan harga adalah pakaian dan alas kaki sebesar 2,05 persen. Kemudian perlengkapan rumah tangga turun 0,36 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,80 persen.

    Papua Barat Daya juga mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,87 persen. Sedangkan inflasi y-to-d tercatat 1,72 persen. (*/red)

    Latest articles

    Sekda Papua Barat Minta OPD Tancap Gas Jalankan Program Usai Terima...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh OPD tancap gas menjalankan program usai menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. Dia...

    More like this

    Sekda Papua Barat Minta OPD Tancap Gas Jalankan Program Usai Terima DPA

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh OPD tancap gas...

    Simposium Flora Malesiana, Masyarakat Adat Disebut Kunci Jaga Iklim di Papua

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Masyarakat adat memiliki peran paling strategis sebagai garda terdepan dalam melindungi...

    16 Negara Ikuti Simposium Flora Malesiana di Manokwari, Bahas Solusi Iklim-Pangan

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Simposium Internasional Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam...