26.9 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.9 C
Manokwari
More

    Pembahasan UMP Papua Barat 2026 Molor, Wagub Tekankan Indeks Kemahalan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua Barat untuk tahun 2026 hingga pertengahan Desember 2025 molor dari target penetapan. Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyebut proses penetapan upah harus mempertimbangkan indeks kemahalan harga di daerah.

    “Penetapan UMP saat ini prosesnya sedang berlangsung dan kami menunggu laporan dari Pak Asisten II (Meskias Werinussa) kepada Gubernur Papua Barat (Dominggus Mandacan),” ujarnya di Kantor Gubernur, Jumat (12/12/2025).

    Baca juga:  Orgenes Wonggor: Selamat Datang di DPR, Kita Ditunggu Tugas Berat

    Lakotani menekankan penetapan UMP harus mempertimbangkan indeks kemahalan harga. Dia menilai formula perhitungan harus tepat agar tidak memberatkan perusahaan sekaligus tidak merugikan pekerja.

    Semestinya UMP ditetapkan dan diumumkan paling lambat pada 21 November setiap tahunnya. UMP yang ditetapkan kemudian berlaku efektif mulai 1 Januari tahun berikutnya.

    Baca juga:  Tindaklanjuti Hasil Rakornas II, LDII Papua Barat Gelar Rakorwil Pertajam Materi Hukum, Peran Media dan Public Speaking

    Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat, Sroyer Elisa, menyampaikan pihaknya mengikuti perkembangan pembahasan di tingkat pusat terkait usulan Apindo mengenai UMP. Apindo bertekad memperjuangkan upah yang layak bagi tenaga kerja di Papua Barat.

    Baca juga:  Pencurian Siang Bolong Marak di Bintuni, Pelaku Sasar Rumah Kosong

    “Saya sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan yang jelas kami akan memperjuangkan upah yang layak bagi tenaga kerja sehingga tidak merugikan mereka,” ujar Elisa kepada wartawan di Mansinam Beach, Jumat (12/12).

    Untuk diketahui, UMP Papua Barat 2025 ditetapkan sebesar Rp3.615.000. Apindo Papua Barat berencana mengusulkan kenaikan untuk tahun 2026. (LP14/red)

     

    Latest articles

    Pengusaha Minta Pemerintah Tak Buru-Buru Terapkan WFH: Lihat Produktivitas!

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Apindo bereaksi terhadap wacana pemerintah yang ingin menerapkan kebijakan work from home (WFH) sehari dalam sepekan....

    More like this

    Resmi! Ini Penampakan dan Makna Logo Pesparani Katolik IV Papua Barat 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Logo Pesparani Katolik IV Provinsi Papua Barat 2026 di Kabupaten Teluk...

    Baku Tembak Pecah di Aifat Selatan Maybrat, 2 TNI AL Gugur

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata pecah di...

    Kompak! Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat Kumpul di Open House Wagub

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Pimpinan Pemprov dan DPRP Papua Barat menunjukkan kekompakan dalam perayaan Lebaran...