28.3 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
28.3 C
Manokwari
More

    Pemkab Raja Ampat Ranjang Kebun Percontohan, Targetkan 120 Hektare Lahan Produktif

    Published on

    RAJA AMPAT, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya, merancang pengembangan kebun percontohan di tiga lokasi strategis dengan total target lahan mencapai 120 hektare.

    Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah.

    Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menjelaskan pihaknya tengah melakukan pendekatan kepada pemilik hak ulayat agar lahan-lahan potensial dapat dimanfaatkan secara legal dan partisipatif oleh kelompok tani.

    Baca juga:  Latsar CPNS Pemkab Raja Ampat, Bupati Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

    “Kami sedang komunikasi dengan masyarakat adat, harapannya mereka bersedia menyerahkan sebagian lahan untuk dikelola bersama kelompok tani dalam bentuk kebun percontohan,” ujarnya saat penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Anggota DPR RI Komisi IV Dapil Papua Barat Daya, Robert Joppy Kardinal, Rabu (25/6/2025).

    Bantuan alsintan yang diserahkan meliputi 5 unit hand tractor, 33 unit handsprayer, dan 22 unit pompa air untuk sejumlah kelompok tani di Raja Ampat.

    Baca juga:  Pemkab Raja Ampat Bersihkan Pasar Baru Snonbukor, Target Beroperasi sebelum HUT Kabupaten

    Adapun tiga lokasi yang direncanakan untuk pengembangan kebun percontohan berada di sekitar perumahan 200-300 di Waisai, kawasan Warsamdin, dan Wawiyai. Berdasarkan peta yang dimiliki Pemkab, lahan potensial mencakup 20 hektare di Waisai, serta masing-masing 50 hektare di Warsamdin dan Wawiyai.

    Orideko berharap kebun percontohan ini tak hanya menjadi sarana pembelajaran teknis pertanian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat kampung dan distrik lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka.

    Baca juga:  HUT Garda Muda Betkaf di Raja Ampat Meriah dengan Donor Darah Massal

    “Di kebun ini nanti masyarakat bisa belajar lalu pulang ke kampung dan terapkan. Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga soal ekonomi, pariwisata, dan pembukaan lapangan kerja,” katanya.

    Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IV, Robert Joppy Kardinal, menyatakan dukungan atas rencana tersebut. Dia menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan program pertanian di Papua.

    “Kami di DPR RI siap mendukung. Ini program nasional juga,” ucapnya. (*/red)

     

    Latest articles

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada akhir tahun 2025. Tingkat pengangguran tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan...

    More like this

    Masyarakat Adat Pasang Sasi di Kapal Seismik Fakfak, Operasi Migas Terhenti

    FAKFAK, LinkPapua.id - Masyarakat adat petuanan Raja Arguni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melakukan...

    Polda Papua Barat Musnahkan 30,67 gram Narkotika Jenis Sabu Dari 2 Tersangka

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat musnahkan barang bukti  30,66 gram Narkotika jenis...

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota...