27.9 C
Manokwari
Minggu, Februari 8, 2026
27.9 C
Manokwari
More

    Pemprov Papua Barat Minta Pemuda Katolik Tak Cuma Jadi Pelengkap, tapi Beri Solusi

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meminta kader Pemuda Katolik untuk tidak sekadar menjadi pelengkap dalam struktur kepemudaan daerah. Pemerintah daerah mendesak organisasi ini bertransformasi menjadi mitra strategis yang mampu menyodorkan solusi konkret bagi pembangunan.

    “Pemuda harus mampu memberi nilai tambah dan solusi. Ide-ide yang lahir dari organisasi kepemudaan dapat menjadi rujukan kebijakan pemerintah demi kemajuan Papua Barat,” ujar Wakil Ketua MRPB Ferdinand Pihwi saat mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik di Valdos Hotel, Manokwari, Sabtu (24/1/2026).

    Baca juga:  Soal Pemekaran, MRPB: Harus Memperhatikan Wilayah Adat

    Ferdinand menegaskan pemerintah daerah saat ini tidak hanya membutuhkan dukungan moral dari organisasi kepemudaan. Pihaknya menantikan gagasan kritis serta kontribusi nyata dalam merespons berbagai persoalan di Papua Barat.

    Muskomda ini dinilai sebagai momentum strategis untuk membuktikan eksistensi organisasi. Forum ini menjadi ajang uji konsistensi gerakan Pemuda Katolik dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan.

    “Pemuda Katolik punya tanggung jawab ganda, kepada Tuhan dan kepada negara. Jika ada praktik yang tidak sejalan dengan ajaran Gereja, maka harus dikoreksi dan diperbaiki,” kata pastor moderator Isak Bame mewakili Uskup Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Darus Lega pada kesempatan yang sama.

    Baca juga:  Wagub Papua Barat Ikut Tanam Perdana Padi Gogo, Dukung Swasembada Pangan

    Dia meminta para kader tetap memegang teguh identitas iman di tengah peran sosial mereka. Beliau berharap kepemimpinan yang lahir dari Muskomda ini berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar mengejar jabatan.

    Dinamika internal organisasi juga menjadi sorotan untuk memastikan arah gerakan tetap solid. Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Lamek Dowansiba mengingatkan pentingnya integritas dalam menyatukan setiap perbedaan pandangan.

    Baca juga:  PWI Papua Barat Gelar UKW Angkatan VII, Kolaborasi SKK Migas-K3S Pamalu

    “Organisasi bukan sesuatu yang alamiah. Dia dibentuk dan diuji oleh manusia. Kepemimpinan akan diuji melalui integritas dan kemampuannya menyatukan perbedaan untuk kepentingan bersama,” ucapnya.

    Lamek menekankan agar Pemuda Katolik tidak hanya berhenti pada ruang diskusi internal saja. Dia mendorong kader segera turun ke lapangan untuk membuktikan peran nyata di tengah masyarakat. (LP14/red)

    Latest articles

    Kisah Marthina Warga Manokwari: Merasa Aman Berkat JKN, Berobat Tanpa Biaya

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Marthina Abago (56), seorang warga Manokwari, Papua Barat, membagikan pengalamannya mendapatkan perlindungan kesehatan menyeluruh melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kehadiran...

    More like this

    Kisah Marthina Warga Manokwari: Merasa Aman Berkat JKN, Berobat Tanpa Biaya

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Marthina Abago (56), seorang warga Manokwari, Papua Barat, membagikan pengalamannya mendapatkan...

    Brigjen Alfred Papare; Cucu Pahlawan Nasional-Putra Daerah yang Kini Kapolda Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Brigjen Pol Alfred Papare, cucu Pahlawan Nasional Silas Papare sekaligus putra...

    Gubernur Papua Barat Apresiasi Irjen Isir, Berharap Kapolda Alfred Makin Perkuat Sinergi

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi atas dedikasi Irjen Pol Johnny...