24.4 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
24.4 C
Manokwari
More

    Tokoh Adat Irarutu Sesalkan Aksi Pemalangan Kantor Distrik Fafurwar Bintuni

    Published on

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Suku Irarutu, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, E Kufiaga, bereaksi terhadap aksi pemalangan Kantor Distrik Fafurwar oleh sekelompok oknum masyarakat. Dia menegaskan tindakan tersebut sangat bertentangan dengan norma adat dan mencederai nilai-nilai luhur masyarakat Irarutu.

    “Sebagai kepala suku, saya menyampaikan bahwa cara menyampaikan aspirasi dengan memalang Kantor Distrik Farfuwar bukan adat orang Irarutu. Sejak dulu, persoalan disetesaikan melalui musyawarah dan mufakat di rumah adat, bukan dengan menutup pelayanan pemerintah yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” ujar Kufiaga saat menggelar pertemuan di Bintuni, Sabtu (10/1/2026).

    Baca juga:  Teluk Bintuni Jadi Tuan Rumah Piala Soeratin U-13 hingga U-17 Papua Barat

    Pernyataan ini muncul menyusul aksi pemalangan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan 18 marga dari tujuh kampung pada Sabtu (3/1). Sejumlah tokoh adat dan pemuda Irarutu kemudian berkumpul untuk menyatakan sikap penolakan secara resmi.

    “Tindakan seperti ini memberi contoh yang tidak baik bagi generasi muda dan mencederai martabat orang Irarutu yang menjunjung tinggi rasa sating menghargai dan persaudaraan,” ujarnya.

    Baca juga:  Marak Aksi Pemalangan, Kapolda Papua Barat akan Tindak Tegas Pelaku

    Para tokoh adat menilai pemalangan tersebut telah melumpuhkan aktivitas pembangunan di Distrik Fafurwar. Mereka khawatir aksi ini akan memberikan dampak negatif terhadap pembentukan karakter generasi muda di wilayah tersebut.

    “Adat tidak boleh ditarik ke ranah kepentingan tertentu. Kita harus menghormati keputusan pemerintah dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar,” katanya.

    Terkait pemicu aksi, para tokoh menegaskan bahwa urusan pelantikan maupun mutasi pejabat adalah kewenangan penuh pemerintah daerah. Mereka meminta masyarakat tidak mencampuradukkan kepentingan kelompok tertentu dengan tatanan adat.

    Baca juga:  Pemilik Hak Ulayat Buka Palang Adat Pulau Wayag, Harap Akses Wisata Kembali Normal

    “Lembaga adat dan kepala suku adalah wadah resmi untuk menyampaikan aspirasi. Mari kita jaga persatuan, ketertiban, dan adat istiadat demi pembangunan dan masa depan orang Irarutu,” pungkasnya.

    Pertemuan tersebut ditutup dengan imbauan agar seluruh masyarakat di tujuh kampung tidak mudah terprovokasi isu yang memecah persatuan. Masyarakat diminta mengedepankan musyawarah di rumah adat untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada. (LP5/red)

    Latest articles

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi ketat perencanaan APBD 2026 demi menjaga uang rakyat....

    More like this

    Proyek Makan Minum SMA Taruna Rp11 Miliar di Manokwari Diduga Tanpa Lelang

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggaran makan minum SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi sorotan...

    HUT Pekabaran Injil, GKI Serukan Pertobatan untuk Jawab Krisis Kemanusiaan di Papua

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di tanah Papua menyerukan gerakan pertobatan...

    Gubernur Papua Barat: HUT PI Momentum Momentum Perkuat Nilai Kasih dan Persaudaraan

    MANONOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyebut perayaan HUT ke-171 Pekabaran Injil...