26.1 C
Manokwari
Minggu, Maret 29, 2026
26.1 C
Manokwari
More

    Waterpauw Ajak Mahasiswa Polinef Lahirkan Solusi Masalah Papua Barat

    Published on

    FAKFAK, LinkPapua.com – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa yang mengikuti pengenalan kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) di Auditorium Polinef, Senin (4/9/2023).

    Dalam kuliahnya, Waterpauw mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi mengenai masalah dan isu-isu terkini yang tengah dihadapi Papua Barat.

    “Selamat kepada para maba (mahasiswa baru) Politeknik Negeri Fakfak. Semoga kegiatan ini dapat memberikan bekal baik bagi adik-adik mahasiswa yang akan memulai studinya,” katanya.

    Baca juga:  Golkar Papua Barat Terus Berupaya Tingkatkan Elektabilitas Prabowo-Gibran

    Mantan Kabaintelkam Polri ini juga menyoroti permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di Papua Barat.

    “Kita saat ini di Papua Barat masih tergolong tinggi karena angka prevalensi stunting per Juli 2023, yakni 11,80 persen,” ungkapnya.

    Ia menegaskan permasalahan stunting ini muncul sejak awal kehidupan anak, bahkan sebelum mereka masuk ke dunia pernikahan.

    Hal ini memiliki dampak besar pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat, yang saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional dengan angka 65,89, meraih predikat terendah kedua se-Indonesia.

    Baca juga:  Bupati Manokwari Resmikan Tribune Hebo sebelum Upacara HUT Kemerdekaan RI

    Selain itu, Waterpauw juga menyoroti tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di Papua Barat, termasuk di Fakfak, dengan persentase 9,38 persen pada 2022.

    “Hal-hal ini perlu juga didiskusikan bersama mahasiswa untuk melahirkan solusi,” ucapnya.

    Tak hanya itu, angka putus sekolah juga masih mengkhawatirkan di Papua Barat, dengan sekitar 68.988 anak yang terpaksa harus meninggalkan sekolah pada 2022.

    Baca juga:  Waterpauw Tanggapi Dukungan Jadi Ketua Golkar Papua Barat: Saya Siap!

    “Ini juga perlu didiskusikan bersama, mengapa sampai bisa putus sekolah dan kita lihat di berbagai daerah memang masih banyak faktor yang memengaruhinya, dari tingkat ekonomi dan ketidakseriusan belajar,” bebernya,

    Karenanya, ia mengajak mahasiswa Polinef untuk memberikan perhatian khusus pada permasalahan ini dan tidak menjadi mahasiswa yang acuh tak acuh.

    “Sebagai mahasiswa harus melahirkan gagasan-gagasan segar yang dapat melahirkan solusi-solusi atas persoalan,” serunya. (LP2/Red)

    Latest articles

    Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinamika bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat periode lima tahun ke depan mulai memanas....

    More like this

    Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinamika bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)...

    Rektor Berharap Lulusan UNCRI Bawa Perubahan Positif di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Prof Robert KR Hammar, menaruh harapan...

    Tak Perlu Pikir Biaya, Pasien Anemia di Manokwari Puas Layanan JKN-KIS

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar menjadi...