24.4 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
24.4 C
Manokwari
More

    Bappeda Papua Barat Gelar FPD: Kemiskinan Ekstrem – Stunting Turun  

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat menggelar rapat Forum Perangkat Daerah (FPD) di Aston Niu Hotel, Manokwari, Senin (22/4/2024). Rapat membahas berbagai isu strategis di semua OPD.

    Salah satu isu sentral yang jadi pembahasan adalah kemiskinan ekstrem dan stunting. Meski mengalami penurunan, kemiskinan ekstrem dan stunting masih jadi problem besar di Papua Barat.

    Kepala Bappeda Papua Barat Dance Sangkek menuturkan, tujuan penyelenggaraan rapat adalah penyetaraan materi dan program kegiatan prioritas tiap-tiap perangkat daerah. Di dalamnya kata dia, termasuk informasi tentang indikator kinerja (Input, Output, dan Outcome) masing-masing program.

    Baca juga:  Gandeng KPK, Pemkab Bintuni Kejar Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga

    “Yang tidak kalah penting adalah guna memastikan agar program kegiatan ataupun subprogram kegiatan prioritas ke dalam rancangan rencana kerja perangkat daerah yang merupakan penjabaran prioritas pembangunan daerah yang selaras dan sesuai yang dicantumkan ke dalam draft awal RKPD,” jelasnya.

    Dance Sangkek mengatakan, dari kedua tujuan tersebut kemudian menghasilkan tujuan akhir integrasi program dan kegiatan prioritas guna memastikan pagu indikatif program yang diselaraskan dengan pagu indikatif kegiatan tidak melebihi batas pagu program.

    Baca juga:  Koramil 1806-04/Distrik Wamesa Bantu Pengentasan Buta Aksara di Daerah 3T

    Terdapat empat prioritas rencana pembangunan yang tahun 2025 yang berfokus pada prioritas daerah. Yang pertama tutur Dance peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

    Yang kedua revitalisasi kawasan andalan pangan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Yang ketiga peningkatan infrastruktur konektivitas yang mendukung transformasi ekonomi . Yang terakhir atau yang keempat jelas Dance, memantapkan tata kelola pemerintahan yang mendukung peningkatan jangkauan pelayanan publik.

    “Untuk itu semangat otonomi khusus perlu dipertajam dan dituangkan kedalam empat bidang prioritas diatas tutur Dance yang tidak boleh mengabaikan penghormatan, pemberdayaan, perlindungan, dan kesejahteraan kepada orang asli Papua,” ujarnya.

    Baca juga:  Bupati Markus Waran Wanti-wanti ASN dan Kepala Kampung Jaga Netralitas

    Selain itu Dance menambahkan tingkat kemiskinan ekstrem di Papua Barat pada tahun 2022 sebesar 9,43%. Angka ini turun menjadi 6,46% di tahun 2023. Selanjutnya, stunting pada tahun 2022 sebesar 30% turun menjadi 24,8% pada 2023.

    Dance mengemukakan, dengan demikian upaya pembangunan yang dilaksanakan di akan memberikan dampak perubahan terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berdaya saing. (LP/13Red)

    Latest articles

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi ketat perencanaan APBD 2026 demi menjaga uang rakyat....

    More like this

    Jaga Uang Rakyat, Anggota DPRP PB Minta KPK Pelototi APBD Sejak Awal

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPRP Papua Barat Aloysius P Siep meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...

    Polda Papua Barat Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat melaksanakan Operasi Keselamatan di jalan Yos sudarso. Manokwari sebagai upaya...

    SK Terbit, Pelantikan Waka III DPRP Papua Barat Tunggu Agenda Gubernur

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Surat keputusan (SK) pelantikan Wakil Ketua (Waka) III DPRP Papua Barat...