25 C
Manokwari
Kamis, Februari 12, 2026
25 C
Manokwari
More

    Korban Tabrak Lari Tewas, Keluarga Soroti Layanan RS di Manokwari Lamban

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Keluarga Marvel Rumbin menuding pelayanan rumah sakit di Manokwari, Papua Barat, lamban hingga ikut memperburuk kondisi korban tabrak lari yang akhirnya meninggal dunia. Mereka menggelar aksi protes dan mendesak evaluasi total layanan kesehatan di daerah itu.

    Aksi digelar di lampu merah Jalan Makalow, Senin (24/11/2025), dan diikuti keluarga besar Marvel. Mereka menilai buruknya respons medis menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi korban.

    “Kami menggelar aksi hari ini bukan hanya menuntut polisi menangkap pelaku, namun kami juga mendesak agar rumah sakit yang ada di Manokwari dievaluasi,” ujar Boy Menarbu, perwakilan keluarga.

    Baca juga:  Momentum HGN di Raja Ampat, AFU Sebut Guru Pahlawan Sejati

    Menarbu menjelaskan Marvel sempat dilarikan ke Rumkital dr Azhar Zahir AL setelah kecelakaan. Namun, keluarga kecewa karena penanganan disebut sangat lamban dan tidak maksimal.

    “Penanganan kurang memuaskan dan keluarga menunggu hingga dua jam lebih serta korban Marvel bereaksi (kesakitan parah) baru dilakukan penanganan. Hal itu juga tidak maksimal mengakibatkan korban dilarikan ke RSUD,” tuturnya.

    “Janji dokter di mana? Janji perawat di mana? Kami sangat kecewa. Saya pikir hari ini keluarga Marvel yang jadi korban, tapi besok pasti ada keluarga lain yang menjadi korban,” tambah Menarbu.

    Baca juga:  Konami Gandeng PSSI, Timnas Indonesia Resmi Hadir di eFootball

    Mereka meminta seluruh fasilitas dan pelayanan kesehatan di Manokwari dievaluasi serius. Keluarga menuntut petugas yang dinilai tidak profesional dicopot dari jabatannya.

    Menarbu membandingkan kasus ini dengan insiden serupa di Jayapura. Dia menyinggung tindakan gubernur setempat yang mencopot pejabat RS setelah kasus seorang ibu dan bayinya meninggal usai ditolak empat rumah sakit.

    Baca juga:  Khidmat! Umat Muslim Manokwari Tarawih Perdana Malam ini

    “Sistem pelayanan yang tidak bagus mesti diubah. Kesehatan di Papua ini harus bagus apalagi ada dana otsus. Kita sangat menyayangkan dengan anggaran yang besar namun kualitas kesehatan masih minim,” ucapnya.

    Keluarga berharap pemerintah daerah menindaklanjuti tuntutan tersebut. Mereka menegaskan kasus Marvel harus menjadi yang terakhir di Manokwari.

    “Kami sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit dan juga pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini,” ketus Lukas Sloyer, keluarga korban lainnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Gubernur Papua Barat Minta Gereja Efata Manggoapi Aktif Bangun Ekonomi

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong Jemaat Efata Manggoapi untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah di usia yang ke-129 tahun. Gereja...

    More like this

    Massa di Manokwari Demo Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di Papua Barat menggelar aksi damai...

    Ditlantas Polda Papua Barat Gelar Forum Lalu Lintas, Ingatkan Keselamatan Berkendara

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat menggelar kegiatan Forum Lalu Lintas sebagai...

    Bupati Bintuni Serahkan DPA 2026 Rp2,57 Triliun, OPD Diminta Gerak Cepat

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)...