26.9 C
Manokwari
Selasa, Maret 24, 2026
26.9 C
Manokwari
More

    Rawan Bencana, ini 4 Daerah yang Bakal Jadi Titik Klaster Logistik di Papua Barat

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Kabupaten dengan intensitas kerawanan tinggi ditargetkan menjadi titik utama pembentukan klaster logistik di Papua Barat. Daerah pusat klaster tengah dikaji BPBD.

    Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, menyampaikan bahwa dalam menindaklanjuti pembentukan klaster logistik pihaknya akan melakukan kajian terkait penempatan lokasi klaster logistik yang akan di bentuk.

    “Sebenarnya di 7 kabupaten Papua Barat tingkat kerawanan cukup tinggi namun karena merujuk pada aturan bahwa setiap provinsi hanya membentuk empat klaster logistik maka kami akan melakukan kajian,” ujar Derek di Mansinam Beach, Selasa (12/8/2025).

    Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 438 Personel Polri dan PNS Polri

    Menurut Derek, BPBD memiliki parameter terhadap kabupaten yang memenuhi syarat untuk dibentuk klaster. Salah satu parameter yaitu kabupaten dengan tingkat kerawanan tinggi agar ketika tiba-tiba terjadi bencana dapat diatasi dengan cepat dan memudahkan penanganannya.

    “Itu salah satu ukuran yang natural artinya kita jadikan empat kabupaten yang menjadi pusat klaster karena memiliki resiko tinggi terhadap bencana,” tuturnya.

    Dikatakan Derek bahwa kabupaten Pegunungan Arfak menjadi salah satu yang berpotensi menjadi titik klaster karena selain rawan bencana longsor, akses yang susah dijangkau juga menjadi kriteria tersendiri.

    Baca juga:  Pertamina Patra Niaga Ajak Murid PAUD di Laha Ambon Sulap Sampah Jadi Karya Ecoprint

    Selain itu, pihaknya dapat membagi dengan jangkauan yang mudah di antaranya satu klaster dapat di wilayah selatan Provinsi Papua Barat antara Kabupaten Kaimana atau Fakfak. Di wilayah pinggir dapat dipusatkan di kabupaten Manokwari atau Teluk Wondama.

    “Jika dilihat kita bisa menempatkan di Manokwari karena selain ibukota provinsi Papua Barat juga tingkat kerawanan yang cukup tinggi,” kata dia

    Lebih lanjut, Derek katakan bahwa dalam satu klaster logistik terdapat enam instansi di antaranya BNPB-BPBD sebagai koordinasi, pembinaan hingga fasilitas penyelenggara. Dinas sosial sebagai penyaluran bantuan sosial dan kebutuhan dasar.

    Baca juga:  Fordasi 2023, Lokasi Pameran Otsus Diusul di Kantor Gubernur Papua Barat

    Kemudian, dinas kesehatan mengurusi layanan kesehatan, dinas perhubungan membantu transportasi dan distribusi bantuan, PMI memberi bantuan kemanusiaan dan organisasi non-pemerintah membantu penyediaan logistik dan koordinasi bantuan.

    “Keenam instansi tersebut bekerja sama saling menopang untuk penanggulangan bencana sehingga lebih terkoordinasi dan memudahkan. Semoga kedepan progres ini dapat berjalan lancar dan segera dibentuk sehingga menjadi provinsi pertama terbentuk klaster logistik di tanah Papua,” tutupnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Ranking FIFA ASEAN: Thailand Masih Raja, Indonesia Salip Malaysia

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara mengalami pergeseran drastis dalam rilis peringkat FIFA terbaru per Maret 2026. Timnas Indonesia sukses menyalip...

    More like this

    Massa Blokade Jalan, Tuntut Pelaku Tabrak Lari di Wondama Diproses Hukum

    WASIOR, Linkpapua.com- Keluarga YA, korban meninggal dunia setelah ditabrak oknum anggota Polres Teluk Wondama,...

    Anggota DPR RI Tegaskan Bakal Awasi Ketat Dapur Makan Bergizi di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Komisi IX DPR RI memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional...

    Polda Papua Barat Siagakan 909 Personel-25 Pos Amankan Idulfitri 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Polda Papua Barat mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya perayaan Idulfitri...