28.4 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
28.4 C
Manokwari
More

    Rawan Bencana, ini 4 Daerah yang Bakal Jadi Titik Klaster Logistik di Papua Barat

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Kabupaten dengan intensitas kerawanan tinggi ditargetkan menjadi titik utama pembentukan klaster logistik di Papua Barat. Daerah pusat klaster tengah dikaji BPBD.

    Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, menyampaikan bahwa dalam menindaklanjuti pembentukan klaster logistik pihaknya akan melakukan kajian terkait penempatan lokasi klaster logistik yang akan di bentuk.

    “Sebenarnya di 7 kabupaten Papua Barat tingkat kerawanan cukup tinggi namun karena merujuk pada aturan bahwa setiap provinsi hanya membentuk empat klaster logistik maka kami akan melakukan kajian,” ujar Derek di Mansinam Beach, Selasa (12/8/2025).

    Baca juga:  Refleksi HUT ke-4, Peradi Manokwari Tegaskan Peran jadi Titian Keadilan Bagi Publik

    Menurut Derek, BPBD memiliki parameter terhadap kabupaten yang memenuhi syarat untuk dibentuk klaster. Salah satu parameter yaitu kabupaten dengan tingkat kerawanan tinggi agar ketika tiba-tiba terjadi bencana dapat diatasi dengan cepat dan memudahkan penanganannya.

    “Itu salah satu ukuran yang natural artinya kita jadikan empat kabupaten yang menjadi pusat klaster karena memiliki resiko tinggi terhadap bencana,” tuturnya.

    Dikatakan Derek bahwa kabupaten Pegunungan Arfak menjadi salah satu yang berpotensi menjadi titik klaster karena selain rawan bencana longsor, akses yang susah dijangkau juga menjadi kriteria tersendiri.

    Baca juga:  Musim Hujan Panjang, BPBD Papua Barat Minta Mitigasi Diperketat

    Selain itu, pihaknya dapat membagi dengan jangkauan yang mudah di antaranya satu klaster dapat di wilayah selatan Provinsi Papua Barat antara Kabupaten Kaimana atau Fakfak. Di wilayah pinggir dapat dipusatkan di kabupaten Manokwari atau Teluk Wondama.

    “Jika dilihat kita bisa menempatkan di Manokwari karena selain ibukota provinsi Papua Barat juga tingkat kerawanan yang cukup tinggi,” kata dia

    Lebih lanjut, Derek katakan bahwa dalam satu klaster logistik terdapat enam instansi di antaranya BNPB-BPBD sebagai koordinasi, pembinaan hingga fasilitas penyelenggara. Dinas sosial sebagai penyaluran bantuan sosial dan kebutuhan dasar.

    Baca juga:  Papua Barat Rawan Bencana, TNI-Polri Gelar Apel Pasukan

    Kemudian, dinas kesehatan mengurusi layanan kesehatan, dinas perhubungan membantu transportasi dan distribusi bantuan, PMI memberi bantuan kemanusiaan dan organisasi non-pemerintah membantu penyediaan logistik dan koordinasi bantuan.

    “Keenam instansi tersebut bekerja sama saling menopang untuk penanggulangan bencana sehingga lebih terkoordinasi dan memudahkan. Semoga kedepan progres ini dapat berjalan lancar dan segera dibentuk sehingga menjadi provinsi pertama terbentuk klaster logistik di tanah Papua,” tutupnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Gubernur Dominggus Kukuhkan Ketua K2BPT Papua Barat, Tekankan Penguatan SDM

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengukuhkan Abner Itlay sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Papua Barat. Dominggus memberikan penekanan...

    More like this

    Januaris Iba Ajak Pejabat di Tanah Papua Pegang Teguh Nilai-Nilai Agama

    TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Injil Masuk di Tanah Papua yang...

    Tindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI, Bawaslu Manokwari Mulai Lakukan Konsolidasi Demokrasi

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Menindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi...

    Program JKN Jamin Layanan Ibu Hamil di Manokwari, dari USG hingga Obat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan perlindungan menyeluruh bagi ibu hamil...