26.1 C
Manokwari
Kamis, Maret 26, 2026
26.1 C
Manokwari
More

    Satgas harap kasus COVID-19 Papua Barat tidak melonjak saat libur panjang

    Published on

    MANOKWARI,Linkpapuabarat.com-Satuan tugas penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat berharap temuan kasus positif di daerah ini tidak mengalami lonjakan selama libur panjang Natal dan tahun baru.

    Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap, Sabtu mengutarakan bahwa jumlah yang warga melakukan rapid test di Papua Barat mulai meningkat pada beberapa hari terakhir.

    “Banyak warga bepergian menjelang libur Natal dan tahun baru. Sehingga mereka harus rapid test COVID-19 sebagai syarat untuk melakukan perjalanan ke luar daerah,” katanya.

    Baca juga:  Libur Lebaran, BPJS Pastikan Peserta JKN Tetap Bisa Mengakses Berbagai Layanan

    Menurutnya dari pemeriksaan itu berkemungkinan angka kasus COVID-19 di daerah ini meningkat. Masyarakat diminta terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

    Arnold mengutarakan bahwa tambahan kasus COVID-19 di Papua Barat pada beberapa pekan terakhir mengalami penurunan. Hal itu ditengarai karena pemeriksaan sampel usap di setiap daerah juga berkurang.

    Baca juga:  TP-PKK Manokwari Komitmen Dukung Program Imunisasi Demi Wujudkan Generasi yang Sehat dan Berkualitas

    “Dalam dua pekan terakhir tambahan kasus positif terlihat turun jauh dari sebelumnya. Menjelang Natal dan tahun baru ini pemeriksaan meningkat, mudah-mudahan tidak banyak yang positif,” katanya lagi.

    Tiniap mengutarakan secara akumulatif konfirmasi positif di Papua Barat saat ini mencapai 5.699 kasus. Dari jumlah itu 5.145 orang diantaranya berhasil sembuh, 456 masih dalam perawatan dan 98 orang meninggal dunia.

    Baca juga:  PIN Polio di Manokwari, Pj Ketua TP PKK Papua Barat: Ingat, Belum Ada Obatnya

    “Di Papua Barat ini kita bersyukur angka kematian cukup rendah dibanding daerah lain. Angka kematian pasien COVID-19 di Papua Barat 1,7 persen sementara yang sembuh sudah 90,3 persen,” katanya lagi.

    Arnold berharap seluruh daerah memberi perhatian lebih pada kelompok rentan. Imunitas mereka harus dijaga agar terhindar dari risiko penularan COVID-19.  (LPB1/red)

    Latest articles

    Menkeu Purbaya Usul Efisiensi Makan Bergizi Gratis, Hemat Rp40 Triliun

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan adanya potensi efisiensi besar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa menghemat anggaran...

    More like this

    Bupati Manokwari Temui Menkes, Bahas Usulan Pembangunan Puskesmas dan Revitalisasi RSUD

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou didampingi oleh Wakil Bupati Manokwari Mugiyono bersama sejumlah...

    Penonaktifan PBI JK Picu Keluhan Warga, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Ramainya pemberitaan soal status peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tiba-tiba nonaktif membuat...

    UNICEF dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Perkuat Program Imunisasi Rutin Melalui Pendekatan Gender

    SORONG, Linkpapua.id – Upaya untuk meningkatkancakupan imunisasi rutin di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong...