25.4 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
25.4 C
Manokwari
More

    Sejumlah Rumah Warga Terdampak Longsor, Kepala BPBD : Akibat Penggundulan Hutan

    Published on

    RAJA AMPAT – Curah hujan tinggi membuat sejumlah rumah warga di Raja Ampat terdampak longsor.

    Longsor terjadi dibeberapa titik seperti di perumahan Polres, belakang perumahan DPRD, Belakang kantor PLN dan salah satu rumah di perumahan Moko.

    Ada juga beberapa titik yang sering terjadi luapan air yakni Komples 100 perumahan Kemenpera, Warmasen perumahan sosial dan perumahan 100.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kab. Raja Ampat , Albert Kaihattu mengatakan Banjir ini memiliki dua jenis yakni banjir banda dan banjir akibat luapan air.

    Baca juga:  Aksi Sosial Ramadan, NasDem Raja Ampat Bagikan 1.500 Takjil di Waisai

    Di Raja Ampat khususnya di kota Waisai yang sering terjadi adalah banjir akibat luapan air. Berakibat pada tersumbatnya drainase yang dibangun di pinggiran kota, sehingga tidak ada lagi ruang penyaluran air.

    “Hal ini mengakibatkan genangan air semakin tinggi dan terbuang tanpa arah. Dibarengi air pasang naik yang mengakibatkan rumah yang berada di tempat rendah terancam tergenang air”, terang Albert diruang kerjanya, Jumat (07/8/2020) l.

    Baca juga:  Upaya Kendalikan Inflasi, Kemendagri Dorong Percepatan Realisasi APBD Raja Ampat

    Dirinya mengatakan terjadinya longsor dan banjir di Raja Ampat akibat penebangan hutan sembarangan yang mengakibatkan hutan mulai gundul.

    “Ketika hujan deras datang, tidak ada lagi pepohonan yang bisa menahan tanah, sehingga rumah yang berada di bawah posisi pegunungan mudah terancam longsor”, kata Albert.

    Akibat luapan air yang tinggi dan longsor yang terjadi beberapa hari ini, beberapa warga dievakuasi di Sanggar PKK Waisai.

    Baca juga:  Letkol Syahrul Resmi Jabat Dandim Raja Ampat, Ini Pesan Bupati Orideko

    “Kami sudah menyurat ke Dinas Sosial untuk memberikan bantuan berupa sembako”, aku Albert.

    Mengatasi Banjir dan longsor yang sering terjadi, masyarakat setempat dan Dinas terkait diminta berjibaku membersihkan drainase serta melakukan penanaman ulang (reboisasi) pada hutan yang telah gundul.

    “Kami berharap semoga cuaca mulai membaik agar para warga yang dievakuasi kembali menempati rumah mereka”, tutup Arbert . (LPB4/Red).

    Latest articles

    Bupati Bintuni Serahkan DPA 2026 Rp2,57 Triliun, OPD Diminta Gerak Cepat

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 senilai Rp2,57 triliun. Dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah...

    More like this

    Pemilik Hak Ulayat Buka Palang Adat Pulau Wayag, Harap Akses Wisata Kembali Normal

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Pemilik hak ulayat dari tujuh marga masyarakat adat suku Kawei...

    Kemenhan Serahkan Motor Operasional untuk Lembaga Adat Raja Ampat

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyerahkan bantuan kendaraan operasional untuk Lembaga Masyarakat...

    Rajif Achmad Terpilih Aklamasi Jadi Ketua KNPI Raja Ampat 2025-2028

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Rajif Achmad ditetapkan sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)...