25.4 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
25.4 C
Manokwari
More

    Efisiensi Berlanjut di APBN 2026, Sri Mulyani: Jawaban Saya Tegas, Iya

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan efisiensi anggaran akan tetap menjadi arah utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dia memastikan efisiensi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja kementerian/lembaga tahun ini.

    Hal itu disampaikan Sri Mulyani usai memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 dalam rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III. Dokumen itu akan menjadi dasar awal pembahasan penyusunan APBN 2026.

    Baca juga:  DPR Papua Barat Gagas Asosiasi DPR Se-Papua Respons Inpres Efisiensi

    “Ini kan masih sekitar dua bulan lagi ya. Jadi, kinerja dari kementerian/lembaga dan langkah-langkah efisiensi mereka tentu akan masuk di dalam pertimbangan untuk penyusunan pagu dari anggaran APBN,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Selasa (20/5/2025).

    “Pasti dilakukan, itu tadi. Jadi, kalau mau disampaikan jawaban saya, tegas iya dilakukan (efisiensi),” tegasnya.

    Sri Mulyani menyebut efisiensi dilakukan demi memperkuat kualitas belanja negara agar lebih produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Belanja negara tahun 2026 direncanakan dialokasikan sebesar 14,19% hingga 14,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Baca juga:  Biaya Perjalanan Dinas ASN 2026: Papua Tertinggi, Rp580 Ribu per Hari

    Dia menambahkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga akan diperkuat guna meningkatkan kualitas belanja daerah, layanan publik, dan kemandirian daerah.

    “Pemerintah memperbaiki sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah untuk peningkatan kualitas belanja daerah agar lebih produktif, perbaikan kualitas layanan publik dan penguatan kemandirian daerah. Melalui penguatan kualitas belanja tersebut, belanja negara dialokasikan di kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB,” katanya.

    Baca juga:  Pencairan Gaji Ke-13 ASN Dimulai 5 Juni 2023

    Dalam jangka menengah, pemerintah akan fokus pada delapan strategi utama untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Strategi tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa dan UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global.

    “Strateginya mengacu pada Asta Cita 8 prioritasnya Bapak Presiden baru dan kita optimalkan berdasarkan program-program yang di-develop oleh kementerian dan lembaga, tentu saja dengan arahan dan guidance dari Bapak Presiden,” ucapnya. (*/red)

    Latest articles

    Polres Fakfak Panen Jagung untuk Ketahanan Pangan

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Komitmen Polri dalam mendukung instruksi Presiden Republik Indonesia terkait swasembada dan ketahanan pangan nasional tidak hanya disampaikan lewat kebijakan, tetapi dibuktikan langsung di...

    More like this

    Polres Fakfak Panen Jagung untuk Ketahanan Pangan

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Komitmen Polri dalam mendukung instruksi Presiden Republik Indonesia terkait swasembada dan ketahanan pangan...

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada...

    Angka Kemiskinan Papua Barat Turun Jadi 19,58%, Berkurang 4,5 Ribu Orang

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi di...